Selasa, 24 November 2020

ocehan sahabat


Detik waktu melukis cerita
Beragam kisah telah kita lalui bersama
Baik suka maupun duka
Tersimpan rapi dalam memori kehidupan nyata

Liku perjalanan cita-cita
Membuat kita memilih persimpangan yang berbeda
Jadikan terjal jalan tuk bersua
Hingga maya penyambung ukhuwah kita

Wahai sahabat fillah
Dimanapun kalian singgah
Semoga Tuhan senantiasa limpahkan berkah
Hingga kita menilik jannah

Rintihan Cinta


Bila cinta mampu bicara
Tak akan ada lagi kata luka
Tak akan ada lagi air mata kecewa
Tak akan ada lagi dusta

Bila cinta mampu menuntut
Tak akan ada lagi rasa takut
Tak akan ada lagi jiwa pengecut
Tak akan ada lagi perlakuan yang tak patut

Namun cinta hanya mampu terima
Dengan apa yang mengiringinya
Tanpa mampu mengelak semuanya
Sebab kini, cinta hanya ucapan pemanis saja

Pinta Dalam Doa


Pada doa satu per tiga malam
Larik namamu selalu kupinjam
Tuk kuadukan pada Rabb Azza wa Jalla
Sang pemberi rasa yang nyata

Wahai tuan yang kucinta
Paras jua hatimu buatku terkesima
Jadikan raga ini ingin bersua
Berharap bisa hidup bersama

Namun apalah daya
Semua hanya sebatas harapanku saja
Tak mungkin bisa jadi nyata
Sebab kau telah memilih dia

Biar rasa ini cukup kusimpan
Tanpa perlu ku utarakan
Hanya doa yang mampu kupanjatkan
Sebagai penghibur kenyataan yang menyakitkan

Bait Cinta Untuk Indonesia


Sang langit berhias bintang
Bersanding manis dengan rembulan yang bersinar gemilang
Sepoi pun turut berdendang
Menyeruak takjub yang tak kunjung hilang

Pada negeri elok gagah perkasa
Tanah pusaka nan kaya raya
Tumpah darah yang kucinta
Ya! Inilah Indonesia

Dari Pulau We hingga Pulau Rote
Atmaku sungguh terkesima
Akan beragamnya budaya leluhur kita
Yang mampu memikat mata dunia

Ketika Bali punya kecak
Betawi pun punya pencak
Berbeda corak
Namun inilah lokak

Untukmu indonesia
Ku kumandangkan indonesia raya
Iringi lambaian sang saka
Arungi garuda terbang ke angkasa

Padamu negeri pancasila
Kubaktikan jiwaku untuk nusantara
Kuabdikan hidupku untuk Indonesia
Wujud banggaku pada Indonesia tercinta

Bertahta dicakrawala khatulistiwa
Diiringi mega merah angkasa
Bersimpuh kuberdoa
Tuk pahlawan pejuang bangsa

Tiada kata yang indah
Selain kata puji
Terimakasih Indonesia
Jayalah hingga ujung masa

Titian Ilmu


Letih selalu kau abaikan
Bahkan tirta dinetramu sering kali ikut bercucuran
Hanya demi menjejalkan sebuah pengetahuan
Pada kami, insan yang  haus akan pendidikan


Wahai raga yang arif lagi berhati mutiara
Bapak ibu guru kumenyebutnya
Engkaulah penyibak kegelapan masa
Penempa kader muda penerus bangsa


Ikhlas jasa kau lakukan
Tanpa mengharap sereceh imbalan
Doa selalu ku pintakan
Semoga syurga kau dapatkan

ocehan sahabat

Detik waktu melukis cerita Beragam kisah telah kita lalui bersama Baik suka maupun duka Tersimpan rapi dalam memori kehidupan ny...