Selasa, 10 September 2019
Atas Nama Cinta
"Biarkan Sang Harapan Mengembara Ke Pulau Rindu, Do'akan Saja Semoga Ia Sampai Ke Singgasana Temu."
Berharap bisa bersatu dengan orang yang kita cintai itu boleh-boleh saja, asalkan harapan itu dibarengi dengan do'a dan usaha.
Jangan langsung mengatakan "aku cinta kamu wahai fulan." namun berusahalah memperbaiki diri agar kelak sama-sama pantas menjadi suami istri sehingga nantinya bisa saling melengkapi.
Tapi bukan berarti cinta itu hilang, rasa cinta itu disimpan lalu saling mendo'akan, itulah Mencintai dalam diam.
Hakikatnya, jatuh cinta dan dicintai adalah fitrah manusia, karena dengan cinta hidup ini akan terasa lebih bermakna. Namun banyak diantara kita yang salah mengaplikasikan makna cinta dengan kehidupan nyata. Contoh umumnya adalah pacaran. Padahal sudah tak candrawama lagi dalam kalam Rabbul 'izzati Walā taqrobu al-zinna innahu kāna fākhisyatan wa sa a sabiilan (Qs. Al-Isra' : 32). Dalam ayat ini dijelaskan bahwa kita sangat dilarang keras mendekati zina, ingat! Mendekati saja sudah tidak boleh, apalagi kalau sampai melakukannya. Naudzuillah (!).
Cintai seseorang bila ia mampu membuatmu dekat dengan Allah, dan jauhi seseorang bila ia hanya akan membuatmu jauh dari Allah!.
Akan tetapi jangan sampai kau mencintai dia melebihi cintamu kepada DIA! Dekati penciptanya baru makhluk-NYA !.
Maka dari itu, dari pada kelamaan menaruh perasaan yang akan membawamu pada zona baperan yang diwujudkan dengan pacaran namun malah berbuah dosa yang dilipat gandakan, segeralah akhiri rasa ingin memiliki dengan akad dihadapan para wali. Karena kita semua tentunya tak butuh janji manis yang tertebar sana sini, namun kita butuh bukti khitbah dengan cincin yang langsung melingkar di jari.
Akan tetapi, kita sebagai generasi milenial islam sejati, jangan sibukkan waktumu hanya untuk mencari cinta sejati! Karena kita harus mampu berkontribusi untuk negara dan agama ini!.
Bukan berarti kita tak boleh menilik cinta, namun jika kita ingin mendapatkan cinta sejati, cukup jadikan dia sebagai objek utama dalam bait do'a 1/3 malammu, maka kelak do'amu dan do'anya akan bertemu pada amien yang sama. Namun jika kita tak disatukan dengan orang yang selalu kita sebut namanya dalam bait do'a kita, percayalah bahwa Allah akan menyatukan kita dengan orang yang selalu menyebut nama kita dalam lantunan bait do'anya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
ocehan sahabat
Detik waktu melukis cerita Beragam kisah telah kita lalui bersama Baik suka maupun duka Tersimpan rapi dalam memori kehidupan ny...

Khas banget gaya penulisan Fiya mah... Dan yang pasti ada pesan moral. Semangat😊🤗
BalasHapusTes
Hapusthanks kk..
HapusTerimakasih telah mengunjungi blog saya
Waduh.. Waduh.. Roman romannya akibat chat tadi malem nih.. Hehe.. 😅✌🙏🙏
BalasHapuskakak mah :(
HapusCinta sebelum akad hanya permainan akal Dan nafsu. So, jangan terlalu dibaperin 😆
BalasHapusbaper hanya bikin laperr mendingan yuk makan lemperr kk hhhh
HapusTerimakasih telah mengunjungi blog saya
Suka dengan pilihan diksinya mbak. Semangatnya luar biasa. Jaga izzah mu selalu ya mbak. Fokus saja menuntut ilmu dan memperbaiki diri demi masa depan..
BalasHapusKalau boleh mengulang waktu.. pacaran adalah hal yang akan pernah kulakukan. Maklum waktu itu masih jahiliyah.
Senang deh lihat anak muda seperti mbak. 😍😍😍
baik kk..
HapusTerimakasi telah mengunjungi blog saya
siap jadi generasi milenial bermoral😃
BalasHapusbismillah fa insyaaAllah kk
HapusTerimakasih telah mengunjungi blog saya
💪💪💪
BalasHapusTerimakasih telah mengunjungi blog saya
HapusMencintai dalam diam. Doanya terpanjatkan bertemu pada Aamiin yg sama. 😂😂 baca judulnya auto malam2 langsung mampir kesini
BalasHapushehe makasih kk malam" dah mau mmpir kesini
HapusTerimakasih telah mengunjungi blog saya
❤❤❤
BalasHapusTerimakasih telah mengunjungi blog saya
HapusHalalkan atau tinggalkan. Hanya ada dua pilihan.
BalasHapusSo, semangat terus para singelillah.
bismillah kk..
HapusTerimakasih telah mengunjungi blog saya
Amiin☺☺
BalasHapusAamiin
BalasHapusBagus nih pembahasannya, aku suka. Tapi ada saran dikit dalam penulisan, setelah tanda seru (!) nggak perlu dikasih titik, ya. Lalu kata do'a gak perlu pakai petik atas. Doa, gitu aja bakunya. Yang lain udah bagus insya Allah. Semoga Allah mudahkan langkah kita untuk berbagi kebaikan.
BalasHapusthanks kk atas krisannya
HapusTerimakasih telah mengunjungi blog saya
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusBagus nih pembahasannya, aku suka. Tapi ada saran dikit dalam penulisan, setelah tanda seru (!) nggak perlu dikasih titik, ya. Lalu kata do'a gak perlu pakai petik atas. Doa, gitu aja bakunya. Yang lain udah bagus insya Allah. Semoga Allah mudahkan langkah kita untuk berbagi kebaikan.
BalasHapuspembahasan yang bagus, mengandung pesan moral yang sangat mendalam dalam postingan kali ini
BalasHapusalhamdulillah
HapusTerimakasih telah mengunjungi blog saya
Terus jaga keistiqomahan ya Mbak, fokus dahulu dengan apa yang menjadi keinginan saat ini. Semoga pasangan yang diharapkan datang diwaktu yang tepat dan sesuai harapan.
BalasHapusSiap kk...
HapusHehehe amien tsumma amien...istajib lanaa yaa Raab :)
Terimakasih telah mengunjungi blog saya